Posted on 02 Juni 2016

A. METODE GEOLISTRIK 

Pemakaian geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik adalah salah satu metoda geofisika untuk tahu pergantian tahanan type susunan batuan dibawah permukaan tanah lewat cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang memiliki tegangan tinggi ke tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A serta B yang ditancapkan ke tanah dengan jarak spesifik. Makin panjang jarak elektroda AB bakal mengakibatkan aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam. 

Karenanya ada aliran arus listrik itu jadi bakal menyebabkan tegangan listrik didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur dengan pemakaikan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M serta N yang jaraknya lebih pendek daripada jarak elektroda AB. Apabila posisi jarak elektroda AB dirubah jadi semakin besar jadi tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut beralih sesuai sama info type batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang semakin besar. 

Dengan anggapan bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama juga dengan separuh dari jarak AB yang umum dimaksud AB/2 (apabila dipakai arus listrik DC murni), jadi diprediksikan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berupa 1/2 bola dengan jari-jari AB/2. 



B. CARA KERJA METODE GEOLISTRIK 
Biasanya metoda geolistrik yang kerap dipakai yaitu yang memakai 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) dibagian luar serta 2 buah elektroda ntegangan (MN) dibagian dalam. 

Gabungan dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat satu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Dimaksud tahanan type semu lantaran tahanan type yang terhitung itu adalah paduan dari banyak susunan batuan dibawah permukaan yang dilewati arus listrik. 

Apabila satu set hasil pengukuran tahanan type semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang itu digambarkan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 juga sebagai sumbu-X serta tahanan type semu juga sebagai sumbu Y, jadi bakal didapat satu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva data itu dapat dihitung serta disangka karakter susunan batuan dibawah permukaan. 

C. KEGUNAAN GEOLISTRIK 
Tahu karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman seputar 300 m sangatlah bermanfaat untuk tahu kemungkinan ada susunan akifer yakni susunan batuan yang disebut susunan pembawa air. Biasanya yang di cari yaitu ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (umpamanya susunan lempung) di bagian bawah serta sisi atas. ‘Confined’ akifer ini memiliki ‘recharge’ yang relatif jauh, hingga ketersediaan air tanah dibawah titik bor tak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat. 

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi ada susunan tambang yang memiliki kontras resistivitas dengan susunan batuan di bagian atas serta bawahnya. Dapat pula untuk tahu perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan. 

Metoda geolistrik dapat juga untuk mengira ada panas bumi (geotermal) dibawah permukaan. Cuma saja metoda ini adalah salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk tahu dengan cara pasti kehadiran sumber panas bumi dibawah permukaan.

>